Minggu, 29 Maret 2009

Penggunaan Teknik Bertanya untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Analisis dan Konsepsi Peserta Didik tentang Konsep Dinamika Gerak Lurus

Abstraksi

 

Supriyanto, Edi. 2008. Penggunaan Teknik Bertanya untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Analisis dan Konsepsi Peserta Didik tentang Konsep Dinamika Gerak Lurus. PTK bagi Guru SMA. Pembimbing: Syafrizal, M. Pd.

 

Penjelasan mengenai konsep-konsep fisika, penyelesaian soal, praktik dengan alat-alat fisika, dan banyak kegiatan lainnya, seringkali tidak dapat dipahami dan tidak meningkatkan kompetensi peserta didik, karena peserta didik tidak dapat mengikuti jalan pikiran pendidik. Jaminan utama peserta didik memahami prinsip atau teori dalam menyelesaikan masalah adalah jalan pikiran kita harus sesuai dengan prosedur berpikir dari konsep yang kita ajarkan dan harus dapat diikuti oleh peserta didik. Agar langkah-langkah berpikir analisis yang dilakukan pendidik tampak jelas, dapat dimengerti dan diikuti oleh peserta didik, perlu dicarikan strategi atau teknik tertentu dalam pelaksanaan pembelajaran.

Penggunaan teknik bertanya dalam pembelajaran fisika dianggap sesuai untuk meningkatkan kemampuan berpikir analisis, karena untuk dapat berpikir analisis diperlukan pertanyaan-pertanyaan untuk menggali informasi sedalam-dalamnya. Sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir analsis dan memantapkan konsepsi dinamika gerak lurus dalam pembelajaran fisika penulis menggunakan teknik bertanya yang dituangkan dalam bentuk penelitian tindakan kelas.

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk: 1) menelaah bagaimana pola penggunaan teknik bertanya dalam pembelajaran dinamika gerak lurus, 2) membantu meningkatkan kemampuan berpikir analisis dan konsepsi peserta didik tentang  dinamika gerak lurus 3) mengetahui respon peserta didik terhadap penggunaan teknik bertanya dalam pembelajaran dinamika gerak lurus, 4) mengetahui peran teknik bertanya dalam membangun pengetahuan peserta didik, termasuk kekurangan dan kelebihannya, dan 5) sebagai upaya mencari alternatif lain dalam menerapkan teknik mengajar fisika sehingga peserta didik dapat membangun pengetahuannya sendiri.

Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 7 Pandeglang dengan subyek penelitian kelas X3. Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan, yaitu pada bulan Juli s.d. Oktober 2008 yang terbagi menjadi dua siklus, setiap siklus terdiri dari 3 pertemuan tindakan dan 1 pertemuan tes akhir tindakan. Setiap siklus terdiri dari empat langkah, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, refleksi dan analisis, serta refleksi.

Data penelitian ini dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari nilai tugas, dan tes setiap akhir  siklus, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui observasi, wawancara, lembar pengamatan melalui angket, photo dan video kegiatan pembelajaran. Indikator keberhasilannya digunakan criteria ketuntasan minimal sebesar 60%.

Hasil dari penelitian ini adalah terdapat peningkatan kemampuan peserta didik untuk berpikir analisis dan konsepsi tentang dinamika gerak lurus. Namun penggunaan teknik bertanya dalam pembelajaran dinamika gerak lurus ini belum mampu meningkatkan kemampuan berpikir analisis dan konsepsi peserta didik secara keseluruhan dan baru 75% yang dinyatakan lulus. Aktivitas peserta didik dalam bertanya mengalami peningkatan sebesar 19,5%. Peran serta peserta didik dalam menjawab atau menanggapi pertanyaan juga mengalami peningkatan sebesar 15,00%. Etika, minat, sikap ilmiah, dan kemampuan unjuk kerja peserta didik secara keseluruhan mengalami peningkatan dan bersifat positif. Itu semua sejalan dengan hasil wawancara antara pendidik dan peserta didik yang diketahui bahwa sebagian besar peserta didik bergembira dan menyukai penggunaan teknik bertanya. Disarankan kepada pendidik untuk memberikan pertanyaan dengan singkat, jelas, dan memberikan kesempatan berpikir bagi peserta didik, memberikan pertanyaan yang dapat menimbulkan konflik kognitif, memberikan rangkaian pertanyaan untuk menyelidiki kasus-kasus tertentu, dan mempersiapkan pertanyaan dan kemungkinan jawaban terlebih dahulu sebelum pelaksanaan pembelajaran.

Kata Kunci: Teknik Bertanya, Berpikir Analisis, Konsepsi, Dinamika Gerak Lurus 

Pengembangan Kultur Sekolah sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Sekolah di SMA Negeri 7 Pandeglang

Abstraksi

Edi Supriyanto

 

    Perbaikan mutu sekolah perlu memahami kultur sekolah yang bersangkutan. Melalui pemahaman kultur sekolah, berfungsinya sekolah dapat dipahami, aneka permasalahan dapat diketahui, dan pengalaman-pengalamannya dapat direfleksikan. Oleh sebab itu dengan memahami ciri-ciri kultur sekolah akan dapat diusahan tindakan nyata untuk peningkatan kualitas sekolah. Untuk mengetahui kultur sekolah baik yang bersifat positif maupun negatif penulis melakukan penelitian yang diberi judul ”Pengembangan Kultur Sekolah sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Sekolah di SMA Negeri 7 Pandeglang Tahun 2006”

Secara lebih rinci tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) menjelaskan konsep dasar kultur sekolah, komponen kultur sekolah, karakteristik kultur sekolah yang kondusif dan proses pengembangannya. (2) mengetahui aspek-aspek budaya (culture) apa saja yang bersifat positif maupun negatif di SMA Negeri 7 Pandeglang.  (3) mengeneralisasikan aspek-aspek budaya (culture)  SMA Negeri 7 Pandeglang yang bersifat positif maupu negatif memungkinkan untuk dikembangkan. (4)  menjelaskan bagaimana rancangan tindakan  pengembangan kultur sekolah yang dapat ditempuh oleh warga sekolah bagi pengembangan sekolah.

Rumusan maslah yang akan diuraikan di makalah ini adalah: (1) Apa dan bagaimana kultur sekolah yang kondusif? (2) Aspek-aspek budaya (culture) apa saja yang bersifat positif di SMA Negeri 7 Pandeglang? (3) Aspek-aspek budaya (culture) apa saja yang bersifat negatif di SMA Negeri 7 Pandeglang? (4) Bagaimana rancangan tindakan  pengembangan kultur sekolah yang dapat ditempuh oleh sekolah untuk meningkatkan kualitas sekolah?

Kultur sekolah yang kondusif adalah keseluruhan latar fisik, lingkungan, suasana, rasa, sifat, dan iklim sekolah yang secara produktif mampu memberikan pengalaman baik bagi bertumbuhkembangnya siswa yang diharapkan.

Aspek-aspek budaya (culture) positif dengan skor rata-rata > 3,5 yang dimiliki SMA Negeri 7 Pandeglang antara lain adalah aspek akademik, sosial, interaksi Kepala Sekolah dengan Guru untuk aspek sosial, Interaksi wali kelas atau guru dengan orangtua siswa, interaksi guru dengan siswa untuk aspek sosial, interaksi kepala sekolah dengan komite sekolah atau orang tua siswa, dan interaksi kepala sekolah dengan staf tata usaha untuk aspek akademik.

Selain aspek-aspek positif yang tersebut di atas SMA Negeri 7 Pandeglang juga mempunyai Kultur jujur/terbuka, saling percaya, kerjasama/kebersamaan, dan memberi teguran atau penghargaan yang berjalan dengan baik.

Aspek-aspek budaya (culture) negatif dengan rata-rata skor <>

Selain aspek-aspek negatif yang tersebut di atas SMA Negeri 7 Pandeglang juga masih mempunyai kultur yang perlu ditingkatkan, yaitu antara lain  kultur atau budaya membaca, disiplin dan efisiensi, bersih, dan berprestasi atau berkompetisi.

Dalam pengembangan kultur sekolah, perlu melihat setiap butir dari semua aspek yang masih memiliki skor kecil atau kurang dari 3,5. Selain itu juga perlu memperhatikan aspek-aspek lain maupun saran-saran dari semua pihak dan sebaikkan dibentuk tim pengembang kultur sekolah dengan harapan kultur yang terbentuk merupakan hasil kerja dari semua warga sekolah yang harus ditaati dan dikembangkan sendiri oleh semua warga sekolah.

Bagi Pengawas dan Dinas Pendidikan sebagai pengambil kebijakan, sangat diharapkan dalam pengembangan kultur sekolah terutama aspek akademik di SMA Negeri 7 Pandeglang sangat diperlukan pengembangan perpustakaan dan laboratorium.

Untuk melakukan pengembangan kultur sekolah perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: pertama adalah memotret kultur sekolah sehingga diketahui kecenderungan kultur sekolah yang bersifat positif dan negatif, setelah itu baru menentukan indikator-indikator yang mempengaruhi kultur tersebut. Langkah berikutnya adalah memonitoring dan mengevaluasi perubahan yang dilakukan untuk kemudian membuat laporan dan memberikan tindak lanjut.

 

Kata Kunci: Kultur, Kultur Sekolah, Kualitas Sekolah

Kamis, 05 Maret 2009

MOTIVASI BELAJAR



Motivasi belajar setiap orang, satu dengan yang lainnya, bisa jadi tidak sama. Biasanya, hal itu bergantung dari apa yang diinginkan orang yang bersangkutan. Misalnya, seorang anak mau belajar dan mengejar rangking pertama karena diiming-imingi akan dibelikan sepeda oleh orangtuanya.

Contoh lainnya, seorang mahasiswa mempunyai motivasi belajar yang tinggi agar lulus dengan predikat cum laude. Setelah itu, dia bertujuan untuk mendapatkan pekerjaan yang hebat dengan tujuan membahagiakan orangtuanya.

Apa saja, sih, faktor-faktor yang membedakan motivasi belajar seseorang dengan yang lainnya?

Beberapa faktor di bawah ini sedikit banyak memberikan penjelasan mengapa terjadi perbedaaan motivasi belajar pada diri masing-masing orang, di antaranya:
  • Perbedaan fisiologis (physiological needs), seperti rasa lapar, haus, dan hasrat seksual
  • Perbedaan rasa aman (safety needs), baik secara mental, fisik, dan intelektual
  • Perbedaan kasih sayang atau afeksi (love needs) yang diterimanya
  • Perbedaan harga diri (self esteem needs). Contohnya prestise memiliki mobil atau rumah mewah, jabatan, dan lain-lain.
  • Perbedaan aktualisasi diri (self actualization), tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.

Stimulus motivasi belajar

Terdapat 2 faktor yang membuat seseorang dapat termotivasi untuk belajar, yaitu:
  • Pertama, motivasi belajar berasal dari faktor internal. Motivasi ini terbentuk karena kesadaran diri atas pemahaman betapa pentingnya belajar untuk mengembangkan dirinya dan bekal untuk menjalani kehidupan.
  • Kedua, motivasi belajar dari faktor eksternal, yaitu dapat berupa rangsangan dari orang lain, atau lingkungan sekitarnya yang dapat memengaruhi psikologis orang yang bersangkutan.
Tips-tips meningkatkan motivasi belajar Motivasi belajar tidak akan terbentuk apabila orang tersebut tidak mempunyai keinginan, cita-cita, atau menyadari manfaat belajar bagi dirinya. Oleh karena itu, dibutuhkan pengkondisian tertentu, agar diri kita atau siapa pun juga yang menginginkan semangat untuk belajar dapat termotivasi.

Yuk, ikuti tips-tips berikut untuk meningkatkan motivasi belajar kita:
  • Bergaullah dengan orang-orang yang senang belajar
    Bergaul dengan orang-orang yang senang belajar dan berprestasi, akan membuat kita pun gemar belajar. Selain itu, coba cari orang atau komunitas yang mempunyai kebiasaan baik dalam belajar.

    Bertanyalah tentang pengalaman di berbagai tempat kepada orang-orang yang pernah atau sedang melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, orang-orang yang mendapat beasiwa belajar di luar negeri, atau orang-orang yang mendapat penghargaan atas sebuah presrasi.

    Kebiasaan dan semangat mereka akan menular kepada kita. Seperti halnya analogi orang yang berteman dengan tukang pandai besi atau penjual minyak wangi. Jika kita bergaul dengan tukang pandai besi, maka kita pun turut terciprat bau bakaran besi, dan jika bergaul dengan penjual minyak wangi, kita pun akan terciprat harumnya minyak wangi.
  • Belajar apapun
    Pengertian belajar di sini dipahami secara luas, baik formal maupun nonformal. Kita bisa belajar tentang berbagai keterampilan seperti merakit komputer, belajar menulis, membuat film, berlajar berwirausaha, dan lain lain-lainnya.
  • Belajar dari internet
    Kita bisa memanfaatkan internet untuk bergabung dengan kumpulan orang-orang yang senang belajar. Salah satu milis dapat menjadi ajang kita bertukar pendapat, pikiran, dan memotivasi diri. Sebagai contoh, jika ingin termotivasi untuk belajar bahasa Inggris, kita bisa masuk ke milis Free-English-Course@yahoogroups.com.

    Bergaulah dengan orang-orang yang optimis dan selalu berpikiran positif
    Di dunia ini, ada orang yang selalu terlihat optimis meski masalah merudung. Kita akan tertular semangat, gairah, dan rasa optimis jika sering bersosialisasi dengan orang-orang atau berada dalam komunitas seperti itu, dan sebaliknya.

    Cari motivator
    Kadangkala, seseorang butuh orang lain sebagai pemacu atau mentor dalam menjalani hidup. Misalnya: teman, pacar, ataupun pasangan hidup. Anda pun bisa melakukan hal serupa dengan mencari seseorang/komunitas yang dapat membantu mengarahakan atau memotivasi Anda belajar dan meraih prestasi.

    "Resep sukses: Belajar ketika orang lain tidur, bekerja ketika orang lain bermalasan, dan bermimpi ketika orang lain berharap." --William A. Ward
Tentang Penulis: AsianBrain.com Content Team. Asian Brain adalah pusat pendidikan Internet Marketing PERTAMA & TERBAIK di Indonesia. Didirikan oleh Anne Ahira yang kini menjadi ICON Internet Marketing Indonesia. Kunjungi situsnya: www.AsianBrain.com

MOTIVASI KERJA


Motivasi kerja adalah suatu dorongan jiwa yang membuat seseorang tergerak untuk melakukan tindakan yang produktif, baik yang berorientasi kerja untuk menghasilkan uang maupun yang tidak.

Motivasi kerja yang dimiliki seorang pekerja berbeda-beda tentunya, dan juga berubah-ubah. Ada pekerja yang selalu terlihat semangat bekerja karena menginginkan kenaikan gaji atau promosi jabatan, hal tersebut tentunya wajar-wajar saja.

Motivasi kerja pun bisa naik-turun. Tidak selamanya kegairahan dalam bekerja bisa terus berada pada titik maksimal. Kadangkala, seorang pekerja dapat mengalami penurunan kinerja karena kejenuhan dalam bekerja, atau bisa saja karena pelbagai permasalahan yang dihadapinya.

Anda bisa lakukan cara-cara berikut, agar kegairahan dalam bekerja dapat tetap terjaga:

Anda tahu tujuan Anda bekerja

  • Anda harus memiliki visi dalam hidup untuk memotivasi diri. Visi tersebut berupa gambaran akan kondisi yang lebih baik dari sekarang, menyenangkan, kebahagiaan lahir-batin. Jika kita memiliki cita-cita, tentunya kita akan senantiasa berusaha mewujudkannya.
  • Buatlah harapan, susunlah perencanaan yang baik, tukiskan target-target Anda. Jika kita mempunyai ambisi seperti itu, maka kita pun akan senantiasa terdorong untuk bekerja dengan lebih baik lagi dan berprestasi.

Komunikasi dengan Keluarga

Jika ada permasalahan yang mengganggu, sebaiknya komunikasikan dengan teman atau kerabat dekat. Orangtua atau istri Anda bisa menjadi teman berbagi. Kadangkala, kerumitan yang ada dalam pikiran kita bisa segera terpecahkan jika ada seseorang yang memberikan sumbang saran dan motivasi. Bisa jadi, perspektif berpikir Anda akan terbuka karena istri atau orang yang Anda curhati.

Ikuti Seminar-seminar Pemberdayaan Diri

Banyak sekali seminar-seminar pemberdayaan diri yang bisa kita sambangi. Mulai dari seminar entrepeneurship, internet marketing, motivasi dan kepribadian. Para trainer tersebut akan menulari kita dengan gairah dan motivasi, sehingga kita akan terinspirasi serta tergerak untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi.

Lakukan Outbond

Salah satu yang cukup efektif untuk mengusir kejenuhan dan meningkatkan gairah kerja adalah dengan outbond. Agendakan dengan atasan dan rekan kerja untuk melakukan kegiatan tersebut. Dengan adanya kegiatan outbond, akan mencairkan batasan mental antara atasan-bawahan atau sesama rekan kerja.

Agendakan Aktivitas Rekreatif di Luar Kantor

Coba agendakan juga acara yang dapat diikuti oleh rekan-rekan sekerja. Makan malam atau olahraga misalnya. Hal itu akan menambah keakraban sesama. Tentunya dengan keakraban di antara teman sekantor, akan membuat kenyamanan dalam bekerja.

Sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan motivasi kerja, ada beberapa poin penting dari Jansen H. Sinamo, yang disebut-sebut sebagai Bapak Etos Indonesia, mengenai etos kerja.

8 etos kerja dari Jansen H. Sinamo:
  • Kerja adalah rahmat:
    Bekerja dengan tulus dan penuh rasa syukur
  • Kerja adalah Amanah:
    Bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab
  • Kerja adalah Panggilan:
    Bekerja tuntas penuh integritas
  • Kerja adalah Aktualisasi Diri:
    Bekerja keras penuh semangat
  • Kerja adalah Ibadah:
    Bekerja dengan serius penuh kecintaan
  • Kerja adalah Seni:
    Bekerja cerdas penuh kreativitas
  • Kerja adalah Kehormatan:
    Bekerja tekun penuh keunggulan
  • Kerja adalah Pelayanan:
    Bekerja sempurna penuh kerendahan hati
Mudah-mudahan uraian ini bisa menginspirasi. Tetap semangat!